Tangerang, BENGANGTV.com — Proyek rekonstruksi Jalan Kronjo-Ceplak yang berada di wilayah Kampung Palis, Desa Kaliasin, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah bagian jalan yang mengalami keretakan. Senin, (21/9/2026).
Kerusakan tersebut terlihat pada permukaan badan jalan yang baru direkonstruksi. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kualitas pekerjaan dan ketahanan konstruksi jalan yang menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas warga.
Warga yang melintas di lokasi berharap kondisi jalan tersebut mendapat perhatian dari pihak terkait. Mereka meminta agar dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab keretakan, termasuk melihat apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan.
“Kalau jalan yang baru direkonstruksi sudah terlihat retak, tentu kami sebagai warga mempertanyakan kualitas pekerjaannya. Kami berharap segera diperiksa dan diperbaiki jika memang ditemukan persoalan,” ujar salah seorang warga sekitar.
Menurut warga, jalan Kronjo-Ceplak memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi dan transportasi warga dari sejumlah wilayah di sekitar Kaliasin.
Karena itu, masyarakat berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memperhatikan mutu dan ketahanan jalan dalam jangka panjang.
Temuan keretakan tersebut juga dinilai perlu menjadi perhatian instansi terkait, khususnya dalam melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pekerjaan konstruksi. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah keretakan disebabkan faktor teknis, kondisi tanah, beban kendaraan, maupun faktor lainnya.
Warga berharap pihak pelaksana bersama instansi teknis segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Jika ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai ketentuan teknis, masyarakat meminta agar dilakukan langkah perbaikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti keretakan pada ruas jalan tersebut belum dapat disimpulkan tanpa adanya pemeriksaan teknis dari pihak berwenang.
Masyarakat pun meminta transparansi terkait proyek tersebut, mulai dari spesifikasi pekerjaan, proses pelaksanaan hingga pengawasan, agar pembangunan infrastruktur jalan benar-benar memberikan manfaat dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
(Adin/Red).

