Tangerang, BENTANGTV.com — Di tengah ramainya perhatian publik terhadap persoalan GKPI Mauk-Sepatan, persoalan tempat ibadah lain di Kabupaten Tangerang turut menjadi sorotan. Masjid Nuruttijaroh di kawasan Sentiong, Kecamatan Balaraja, disebut telah dirobohkan hampir dua tahun lalu, namun hingga kini pembangunan penggantinya belum juga mendapatkan kepastian. Senin, (21/9/2026).
Pengurus DKM Masjid Nuruttijaroh Sentiong, H. Arsid, mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah ada janji dari Bupati Tangerang terkait pembangunan kembali masjid yang telah dirobohkan tersebut.
“Pak Bupati saat itu pernah berjanji masjid yang dirobohkan akan segera diganti, namun hingga kini kami hanya dijanjikan saja, tidak ada kepastian pembangunan masjid tersebut,” ujar H. Arsid.
Menurut Arsid, masyarakat membutuhkan kejelasan mengenai kelanjutan pembangunan masjid tersebut. Pasalnya, waktu hampir dua tahun telah berlalu sejak masjid dirobohkan, sementara pembangunan tempat ibadah pengganti yang diharapkan warga belum terealisasi.
Ketua Umum Benteng Rakyat Tangerang (BENTANG) Ari Sudrajat mendesak pemerintah dan pihak terkait agar tidak hanya memberikan perhatian terhadap persoalan GKPI Mauk-Sepatan, tetapi juga melihat persoalan Masjid Nuruttijaroh di Sentiong, Balaraja.
“Stafsus Menteri Agama harus turun tangan juga. Jangan hanya persoalan GKPI Mauk saja yang diperhatikan. Kami juga meminta persoalan masjid di Sentiong Balaraja ini mendapatkan perhatian dan kepastian,” tegas Ari.
Menurut Ari, apabila benar terdapat komitmen pemerintah untuk mengganti masjid yang telah dirobohkan, maka komitmen tersebut harus dibuktikan melalui pembangunan yang nyata.
“Bupati jangan hanya janji, tapi buktikan. Masjid yang dirobohkan wajib diganti karena itu milik umat,” ujar Ari.
Ari juga menyampaikan bahwa BENTANG memberikan waktu 7×24 jam kepada pihak terkait untuk memberikan kejelasan mengenai rencana pembangunan kembali Masjid Nuruttijaroh.
“Dalam waktu 7×24 jam, jika tidak ada kepastian pembangunan, kami akan melakukan aksi demo besar. Kami akan mengajak para santri dan masyarakat Kabupaten Tangerang untuk menyuarakan keadilan dan kepastian pembangunan masjid,” tegas Ari.
(Red).

