Tangerang, BENTANGTV.com – Benteng Rakyat Tangerang (BENTANG) dan Daya Muda Membangun (DMM) bersama elemen mahasiswa menegaskan komitmennya untuk terus mengawal keberlangsungan dan masa depan pasar tradisional di Kabupaten Tangerang.
Komitmen tersebut disampaikan dalam diskusi publik bertajuk “Memperkuat Pasar Tradisional di tengah gempuran Ritel Modern” yang menghadirkan berbagai unsur masyarakat, pedagang pasar, akademisi, organisasi kemahasiswaan, dan aktivis di Waroeng Sunda Talaga Bestari Kabupaten Tangerang Selasa, (14/7/2026).
Ketua Umum BENTANG, Ari Sudrajat, mengatakan pasar tradisional bukan sekadar tempat transaksi jual beli, tetapi merupakan ruang hidup bagi ribuan pedagang kecil dan denyut ekonomi kerakyatan yang harus dilindungi.
“Pasar tradisional adalah sumber penghidupan masyarakat. Kebijakan pemerintah harus berpihak kepada pedagang kecil dan memastikan modernisasi tidak mengorbankan hak-hak mereka,” ujar Ari.
Dalam diskusi tersebut, para peserta sepakat bahwa modernisasi pasar merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Namun, proses tersebut harus dilakukan melalui revitalisasi yang meningkatkan kualitas pelayanan, kebersihan, keamanan, serta tata kelola pasar tanpa menghilangkan fungsi sosial dan ekonomi pasar rakyat.
BENTANG-DMM juga menyoroti semakin pesatnya pertumbuhan ritel modern yang dinilai perlu diimbangi dengan kebijakan perlindungan terhadap pedagang kecil agar tercipta persaingan usaha yang sehat dan berkeadilan.
Selain itu, diskusi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Perumda Pasar NKR untuk menerapkan tata kelola pasar yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Pengelolaan pasar dinilai harus berorientasi pada pelayanan kepada pedagang dan masyarakat, bukan semata-mata mengejar target pendapatan.
Melalui kolaborasi dengan mahasiswa, BENTANG-DMM menyatakan akan terus mengawal berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pasar tradisional, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan revitalisasi, hingga pengawasan terhadap pengelolaan pasar.
Mahasiswa yang hadir dalam diskusi menyatakan kesiapan untuk berperan sebagai mitra kritis pemerintah dengan memberikan masukan, melakukan kajian, serta mengawasi kebijakan publik agar tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
Di akhir diskusi, BENTANG-DMM menegaskan bahwa keberlangsungan pasar tradisional merupakan tanggung jawab bersama. Pihaknya bersama elemen mahasiswa berkomitmen mengawal setiap kebijakan yang menyangkut hajat hidup pedagang kecil agar modernisasi benar-benar menjadi upaya peningkatan kualitas pasar rakyat, bukan menjadi pintu masuk komersialisasi yang mengancam keberadaan pasar tradisional di Kabupaten Tangerang.
(Red).

