Tangerang, BentangTV.com | Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah, Paguyuban Masyarakat Selon (PMS) bersama wadah sosial Ikatan Cinta Yatim (ICY) menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim yang berasal dari wilayah Kampung Selon dan sekitarnya, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut digelar di kediaman salah satu anggota ICY yang berlokasi di Kampung Selon RT 003/RW 003, Desa Kaliasin, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.
Sebanyak 35 anak yatim menerima santunan dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Acara ini turut dihadiri Ketua RT setempat, para tokoh masyarakat, serta kasepuhan Kampung Selon yang memberikan dukungan dan doa demi kelancaran kegiatan.
Ketua PMS, Rusdi, yang akrab disapa Jek, saat dihubungi melalui sambungan telepon menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, santunan anak yatim merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dua kali dalam setahun.
“Alhamdulillah, kegiatan santunan anak yatim ini rutin kami adakan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Ramadan dan pada peringatan 10 Muharram. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berjalan dan mendapat dukungan dari masyarakat Selon khususnya, serta dari semua pihak yang mencintai dan peduli terhadap anak yatim,” ujar Jek.
Ia juga berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berkembang sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.
“Semoga ke depan acara santunan ini bisa semakin baik, semakin meriah, dan mampu menjangkau lebih banyak anak yatim yang membutuhkan perhatian serta kasih sayang dari kita semua,” tambahnya.
Kegiatan santunan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini menjadi bukti nyata kepedulian sosial masyarakat Kampung Selon terhadap anak-anak yatim. Selain memberikan bantuan materi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian yang terus terjaga, PMS dan ICY berharap tradisi berbagi kepada anak yatim dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari nilai-nilai sosial dan keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.
(Red)

