Tangerang, BENTANGTV.com — Menjelang musim hujan, petani di wilayah Kronjo, Kabupaten Tangerang, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten agar segera melakukan normalisasi dan revitalisasi tandon air atau Waduk Kronjo.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga fungsi tampungan air, mendukung kebutuhan pertanian, serta mengantisipasi potensi persoalan genangan ketika curah hujan meningkat. Minggu, (11/10/2026).
Kondisi Waduk Kronjo yang menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait sedimentasi dan kebutuhan pemeliharaan kawasan, mendorong petani bersama Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kronjo Hijau untuk menyuarakan pentingnya penanganan secara serius dan berkelanjutan.
Bagi petani, keberadaan tandon air atau waduk memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pertanian dan menjaga ketersediaan sumber daya air. Karena itu, normalisasi dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah sebelum intensitas hujan meningkat.
Petani berharap Pemprov Banten melalui perangkat daerah terkait dapat segera melakukan peninjauan lapangan, kajian teknis, serta menyusun langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi waduk saat ini.
Selain mendorong normalisasi, KSM Kronjo Hijau juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan gotong royong, revitalisasi kawasan, dan program penanaman 1.000 pohon di sekitar tandon air atau Waduk Kronjo.
Gerakan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap keberlanjutan fungsi lingkungan dan sumber daya air. Masyarakat diharapkan tidak hanya menunggu program pemerintah, tetapi juga mengambil bagian dalam menjaga kebersihan serta kelestarian kawasan waduk.
Namun, upaya gotong royong masyarakat perlu berjalan beriringan dengan dukungan pemerintah, khususnya dalam pekerjaan normalisasi yang membutuhkan perencanaan teknis, peralatan, dan anggaran sesuai kewenangan.
KSM Kronjo Hijau berharap aspirasi petani dan masyarakat Kronjo mendapat perhatian dari Pemprov Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta instansi teknis terkait agar penanganan Waduk Kronjo dapat segera ditindaklanjuti.
Normalisasi waduk tidak hanya berkaitan dengan pengerukan sedimentasi, tetapi juga perlu mempertimbangkan kondisi saluran masuk dan keluar air, kapasitas tampungan, serta fungsi kawasan secara keseluruhan. Penanganan tersebut harus didasarkan pada hasil pemeriksaan teknis agar tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang.
Petani berharap pemerintah tidak menunda peninjauan dan perencanaan penanganan hingga persoalan muncul saat musim hujan berlangsung.
Bagi masyarakat Kronjo, waduk bukan sekadar tampungan air, melainkan bagian penting dari lingkungan dan penopang aktivitas ekonomi warga, termasuk sektor pertanian.
Melalui dorongan ini, petani bersama KSM Kronjo Hijau berharap terbangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan Waduk Kronjo yang terawat, berfungsi optimal, dan berkelanjutan.
(Red).
